Sejauh Mana Sensitifitas Dosa KitaSejauh mana sensitifitas dosa kita, menjadi artikel sahurinur pagi ini, semoga Allah terus mengampuni semua dosa yang kita perbuat. Sebuah ayat yang mungkin sering kita dengar, bahkan mungkin banyak diantara kita hafal akan ayat ini, وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30). Sebuah ayat yang menyadarkan saya bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Ayat yang menjadi pelajaran dimana saat ada hal-hal yang tidak mengenakkan hati maka, itu karena dosa dan kesilapan diri yang memang lemah ini.

Beberapa syaikh, pernah berujar “Aku bisa melihat dosaku pada diri istriku”, bagaimana sebuah tingkatan sensitifitas dosa yang sangat tinggi. Dimana jika ada pergulatan di dalam rumah tangga, ada perselisihan di dalam hubungan suami dan istri, maka hal tersebut pastilah adanya dosa yang melekat pada diri. Dikesempatan yang lain, syaikh tersebut juga berujar “Jika hasil panenku ada yang rusak, maka seberapa yang rusak tersebutlah, dikarenakan dosaku”, sungguh luar biasa orang-orang yang Allah berikan sensitifitas dosa.

Oleh karena itulah, pada kesempatan ini, saya sahuri nur, mengajak sahabat semua untuk selalu bermuhasabah atas apa-apa yang telah kita kerjakan, beristighfar atas kesalahan yang kita sengaja, atau bahkan yang kita tak ingat. Bertaubat dengan taubatan nasuha, mengemis, mengiba kepada Allah dengan menghinakan diri untuk mengaharap ampunanNya. Dengan kesadaran diri atas korelasi sebuah akibat dan dosa, maka kita insyaaAllah akan terjaga dari sifat menyalahkan orang lain, mengkambinghitamkan perihal lain diluar diri kita. Dan semoaga artikel singkat ini mampu memberikan kita semangat untuk terus memperbaiki diri, terus memohon kepada Allah agar Allah jaga kita dari hal-hal yang tidak diridhoiNya.

InsyaaAllah jika kita menyadari dosa-dosa kita dan meminta ampun kepadaNya, maka semua aktivitas yang terkait dunia wabil khusus akhirat, akan Allah berikan kemudahan dan kelancaran dalam kita menjalaninya. Semoga Allah akan mengumpulkan kita di akhirat kelak, aamiin.

Jatiasih 11 November 2017

Sahuri Nur – Pakar SEO Bekasi