Hallo bro, iseng nih, udah lama gak nulis di website pribadi, padahal ini website umurnya juga udah lumayan ye, hehe. Nah berkaitan dengan hari ini, Rabu, 19 April 2017 dimana disatu titik Indonesia, di ibukota negara yang dulu aye pribadi pernah lahir dan tinggal di wilayah timurnya sedang mengadakan pesta demokrasi, yakni Pilkada pemilihan gubernur periode 2017 ~ 2022, eh bener kagak ya? gubernur itu 5 tahun kan? Nah, bicara tentang gubernur Jakarta, ini emang posisi yang paling prestise setelah pemilihan presiden Indonesia, kenapa? Ya memang jika bicara tentang gubernur Jakarta, itu deket deh posisinya sama Presiden, dan terbukti kok, bahwa presiden Indonesia saat ini, yakni mr.Jokowi sebelumnya adalah gubernur Jakarta. Jadi nggak usah heran, kalo isu tentang gubernur Jakarta amatlah seksi dan gak ada habis habisnya dibahas.

Pesta Demokrasi yang Bisa Membuat Crazy

Pas saya nulis artikel ini (jam 08.07) pasti di beberapa TPS di Jakarta udah rame, udah riuh untuk saling memilih jagoannya, dan jagoan dari Gubernur Jakarta saat ini tersisa dua, yakni Om Ahok dan Om Anies, dimana calon wakilnya yakni dhe Jarot dan om Sandi. Saya pribadi nggak ikutan nyoblos, karena emang KTP sekarang udah di Depok, walau aye sekarang pengen buat KTP Bekasi, secara aye tinggal di tanaha Kota Bekasi sekarang. Nah tapi aye sendiri ikut ikutan menyemarakan pilkada Jakarta, kenapa? karena memang sangat luar biasa menentukan negeri ini, sangat bisa membuat maju atau tidaknya wilayah yang sangat central di Indonesia ini. Jakarta memang ibukota Indonesia, limpahan budget pun mengalir didalamnya, bahkan sampai Triliunan lho, maka gak heran kalo pilkada Jakarta sangat seksi dibahas, dimanapu dan juga kapanpun.

Bicara tentang calon calonnya pun sangat luar biasa, Om Ahok, sebagai petahana, yang mendapatkan limpahan jabatan dari mr.Jokowi dikenal sebagai pribadi yang tegas cenderung kasar, weeitss… Pendukung om Ahok jangan sensi dulu dong, ini kah kita bicara fakta, dimana om Ahok suka sekali mengumpat, berbicara kasar kan? Namun dibalik itu semua, media banyak sekali memberitakan tentang pekerjaannya bahwa di kepemimpinannya akses birokrasi menjadi mudah, sungai sungai menjadi bersih dan banyak hal lainnya, walau gak bisa dilupakan banyak sekali wilayah yang kena gusur yang akhirnya menambah rakyat miskin di Jakarta.

anies sandi no 3

Nah calon berikutnya adalah om Anies Baswedan, mantan menteri Pendidikan di era mr.Jokowi juga yang rumornya dipecat walau entah apa alasannya maju bersama calon wakilnya yakni om Sadiaga Uno, seorang pengusaha muda yang hobinya berlari. Singkat saja, om anies memiliki kosa kata yang sangat baik, tidak tempramen dibandingkan calon satunya, walau kita juga harus adil, karena memang beliau berdua belum punya pengalaman dari memimpin semua wilayah. Ingat om Anies sebelumnya memimpin sebuah departemen dalam kabinet bukan wilayah, seperti walikota, ataupun kabupaten. Nah berbicara tentang hal ini, kita harus adil, karena saya sendiri adalah seorang Muslim yang harus memberitakan secara proposional.

Apapun pilihan sahabat semua, jangan sampai pesta demokrasi yakni PilGub di DKI menciderai nilai nilai persaudaraan, persahabatan, karena banyak kasus, karena perbedaan pilihan, akhirnya saling berkelahi tidak hanya omongan, bahkan sampai fisik juga. Dan kita berharap kepada aparat keamanan TNI dan Polri untuk bersikap netral karena memang ada indikasi bahwa aparat kita cenderung memihak ke salah satu calon. Dan pastinya lembaga seperti Banwaslu, jangan takut untuk mengungkap jika ada kecurangan kecurangan di PilGub Jakarta ini, agar masyarakat semakin percaya bahwa perangkat panitia Pemilu ini tetap netral dan baik.

Nah saatnya closing statement dari saya pribadi, walau saya tidak memilih, saya harapkan sobat semua dapat memilih calon Gubernur Jakarta yang bisa menyatukan ragam dan etnis di DKI dengan ucapan ucapan yang santun. Dan sangat sulit rasanya jika itu kita tujukan untuk pasangan calon nomor 2 yang suka mengumbar kebencian, bahkan di akhir akhir waktu pemilu berbuat kecurangan money Politics. So WARGA JAKARTA, saatnya untuk memilih NO.3, untuk Jakarta yang lebih baik.

Sahuri – Jatiasih 19 April 2017